Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9


muhammad assiry jasiri,2013

 Dasar -dasar pokok yang harus kita ketahui adalah bahwa Nabi satu -satunya manusia yang sempurna yang pernah ada dibumi.Kanjeng Nabi itu hamba yang terjaga " ma'shum " sejak maqam irhash atau sebelum nabi diangkat mnjadi Rasul atau bhkan jauh sebelum dilahirkan.Dimana dalam periode ini wujud irhash berupa dijaganya Nur Rasulullah saw oleh Allah .Seperti dikutip dalam kitab simth al durar, tentang maulid nabi saw.
Jabir bertanya kepada Rasulullah :'' Ya Rasul sesungguhnya siapakah hamba Allah yang pertama kali diciptakan ?" Dijawab oleh Nabi :" Nur nabiyyika (cahaya nabimu)" .Sebelum mnciptakan segala sesuatu Allah ta'ala menciptakan nur Baginda Nabi saw.

Ada satu lagi hadist Qudsi yang mnerangkan 'lawlaaka lawlaaka lamma khalaqtu al aflaak( seandainya tidak ada engkau Muhammad, Aku tidak akan mnciptakan Al aflaak , (semesta ). Kalimat al aflaak ini sangat luar biasa, Sebab wakullun fii falakin yashbahuun.dan masing -masing beredar pada garis edarnya.(Qs .Yasin 40) Nah yang beredar itu apa ? yaitu matahari , bulan ,bintang gemintang dan bumi ini .Inilah hebatnya dari mulai dunia ,dari mulai poros nur Baginda Nabi saw, semuanya fi falakin.

Ini yang sering tidak diyakini dan diimani oleh umat islam itu sendiri karena merasa berbeda manhaj.Nur itu memiliki beberapa macam sorot, sinar .Nur Nabi saw itu ada yang memancar secara pendek dan ada juga yang memancar panjang..
kalau Nur itu dihitung dengan hitungan cahaya sebagaimana yang telah dikemukakan dalam ilmu pengetahuan sekarang . Ada yang bsa dihitung sampai perdetik , permenit ,perjam, itu kalau dihitung dengan hitungan cahaya ,akan mnjadi hitungan tahun ,sekian juta tahun sampai sekian ribu juta tahun dalam hitungan biasa.

Ada lagi dalam sebuah hadist qudsi yang disampaikan Rasul saw.yang diceritakan dalam maulid al diba', Aku mnciptakan adam seribu tahun _bialfi'am_ setelah mnciptakan Nur Muhammad Saw,Allah ta'ala menciptakan Nabi Adam seribu tahun setelah mnciptakan Nur Muhammad saw.
Jangan dikira wakullun fifalakin yasbahun hanya menunjukkan bulan,bumi ,bintang dan matahari saja . Tidak!........ ini juga terjadi pada diri manusia yang berjalan sesuai wakullun fi falakin yasbahuun.
Kalau tidak percaya coba lihat genetik dalam darah kita, setiap darah akan beredar .Beredarnya darah tidak akan lepas dari falaknya (porosnya),
Yang memompa paru -paru sedangkan yang mengoper adalah liver.
Diatas liver terdapat paru-paru. Ditengah keduanya terletak jantung . Dibawah jantung sebelah kanan adalah liver.
Setelah makanan dikerjakan oleh pencernan lalu pankreas bisa mengeluarkan insulinnya. Inilah yang mnentukan manisnya darah pankreas. Ginjal mnyaring sehingga bsa mnjadi darah merah dan darah putih.
Nah , yang mngatur kadar darah dalam jantung adalah liver. Liver mengangkat darah mnuju jantung.Tapi tanpa dibantu paru-paru liver tidak mungkin kuat .inilah proses fi falakin yasbahuun.

Lalu bagaimana dengan Nur Nabi Saw.yang diragukan oleh hampir semua ulama wahabi. ketika Allah mnciptakan Nur Rasul, kun!(jadilah ) maka jadi dan begitu juga Allah mnciptakan Al ladzi khalaqa al samawat fi sittati al ayyaam.
dimana letak al ayyam sama dengan al aflaak. karena keduanya sama -sama mngandung rumus hitungan.
Maksud dari sittah al ayyam , Allah taala mnciptakan atas -bawah,dua. Timur -barat,empat. utara -selatan, enam. jadi sittah ala ayyam itu maksudnya al jihat, (enam arah).
Allah taala mnghendaki enam arah kun fayakuun.(jadi semua)
Jadi jika Allah dalam ayat mnyebutkan menciptakan sesuatu sekian hari, itu hari dalam hitungan cahaya sinar Nur dari nabi saw. Sebab waktu itu belum ada hitungan hari seperti sekarang . Karena matahari dan bumi di galaksi bima sakti ini belum tercipta.
Pada waktu itu nabi sudah wujud walaupun masih berupa bahan pokoknya yaitu nur(cahaya).

Jika ada dalam beberapa shalawat yang diangap itu musyrik dan berbau kesyirikan tentu itu hanya karena salah dalam memahami teks hadist .
Misalnya Nabi itu( tuqdha bihi alhawaij )dalam teks solawat nariyyah yang berarti ( yang mengabulkan segala hajat ). Bukan berarti Nabi adalah yang mengabulkan hajad manusia tapi Allah yang menguasakan atas diri Nabi bagi terkabulnya setiap hajat dan doa, karena nabi adalah (sayyiduna shohib al washilah).
Nabi adalah yang mempunyai washilah (perantara ) bagi umatnya untuk menuju kepada Allah untuk terkabulnya doa kita .Untuk ketemu dan bisa minta tanda tangan presiden tentu kita butuh wasilah .wasilahnya dalah melalui ajudan , ini misalnya.
Perlu juga kita ketahui bersama bhwa Nabi itu memiliki nama yang mncerminkan juga akan sifat dari nama tersebut yang berjumlah 201. Dalam kitab dalail al khirat karangan syeih aljazuli dijelaskan, kalau Nabi juga memiliki nama( sayyiduna arrahim wa sayyiduna arrahman). Dalam kamus bahasa arab kita artikan secara teksnya adalah yang penyayang dan pengasih.
Kita harus berhati -hati dalam mengartikan nama nabi tersebut,Jika ini tidak kita telaah lebih lanjut maka kita mnganngap bhwa kita telah syirik kepada Allah karena mnyamakan sifat dan karakteristik Nabi dengan sifatnya Allah Taala.
Padahal pnjelasaanya adalah Allah mnguasakan kasih sayangNya kedalam diri Nabi bagi alam semesta ini ( sayyiduna rahmatan lilalamiin).
Sudah jelas dan tidak perlu diragukan lagi bahwa Nabi adalah Quran yang berjalan karena sifat dan kemuliaannya dan bahkan semua perilaku Nabi adalah Al Quran.

Jika kita bicara syirik dengan memahami teks bunyi dari lafaz 'WATUQDHO BIHI AL HAWAAIJ'' lalu menyimpulkan bhwa pelaku yang mngamalkan solawat tersebut adalah syirik adalah pendapat yang sangt prematur. tidak usah jauh -jauh kita buat contohnya . Kita dandan didepan cermin dengan pakai lipstik atau baju warna tertentu, kemudian myakini dengan lipstik itu atau dengn pakaian tersebut anda ganteng atau meyakini bhwa lipstik dan pakaian itu yang membuat anda terlihat cantik itu saja anda sudah syirik khofi ( sirik samar).
Kita tidak bisa menilai dan menjustice seseorang itu syirik ,sedangkan syirik itu urusan hati. Contoh logika kecil saja biar tidak membingungkan,Yang mengenyangkan itu bukan makanan tapi Allah yang mnjadikanmu kenyang wasilahnya dengn makanan.
Yang mnjadikanmu punya keturunan itu bukan karena alat kejantananmu diranjang tapi kekuasaanNya lah yang mnjantanimu atas kejantananNya bagi dirimu.

Marilah kita belajar kembali melihat dan mnelaah teks hadist apalagi mnafsiri Al Quran tidak cukup hanya dengan ilmu mushtholah alhadist dan ilmu nafwu shorof saja, tapi juga harus mngetahui asbab annuzulnya ayat dan perangkat -perangkat ilmu lainnya. Disinilah kita harus berhati -hati, agar tidak asal gampang menuduh saudara kita seakidah dengan tuduhan kafir ,sesat , syirik atau tuduhan lainnya .Bukankah Allah sendiri yang mnciptakan kekayaan keragaman pemikiran manusia ,tapi justru disitulah letak rahmatnya Allah. Sabda Nabi: ikhtilafu ummaty rahmatun.
(perbedaan apapun dikalangan ummatku dalah rahmat bagi kehidupan ini).
Toh itu hanya soal furu'iyah(cabang) dari seluruh pemahaman yang tentu dari pohon besar yang bernama islam.
Sampai hari kiamat kita tetap tidak akan sefaham .maka yang paling bijak adalah lana a'maluna walakum a'maalukum.
saling menghargai dan mnjunjung tali ukhuwwah.

Referensi:
-tafsir al naishaburi, juz II,hal 107(maktabah syamilah)
-Qs.yasin ;40
-mujaz alkalam syarah mandzumah aqidah al awwam karangan muhammad bin ali ba athiyyah al dau'ani hal.37
-futuhat al ilahiyah bi taudhih tafsir jalalain li al daqa'id al khafiyyah. hal 49 vol II.
-secercah tinta, karangan al habib muhammad luthfi bin hasyim bin yahya pekalonagn.
-kitab dalail khoirat ,karangan syeikh al imam jazuli,hal 2.
-kitab albarjanzi dan simt al durar.

About Muhammad Assiry

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih


Top