Seorang pembelajar kaligrafi harus belajar bagaimana perjuangan sebatang pohon pisang.
Selama belum berbuah pohon pisang tidak akan mati, meskipun di potong berkali-kali.
Seorang kaligrafer harus terus belajar, berkarya dan membuahkan kemanfaatan kepada siapapun. Buah kemanfaatan itulah yang di kejar mati-matian bahkan hingga titik darah penghabisan.
Selama belum berbuah pohon pisang tidak akan mati, meskipun di potong berkali-kali.
Seorang kaligrafer harus terus belajar, berkarya dan membuahkan kemanfaatan kepada siapapun. Buah kemanfaatan itulah yang di kejar mati-matian bahkan hingga titik darah penghabisan.

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih
0 Komentar