Assiry gombal mukiyo, 28 Juni 2015
Hari ini tanggal 28 Juni 2015, beberapa santri PSKQ Modern angkatan 2014/2015 yang baru 1 th belajar di gubug PSKQ Modern tepatnya di "kampung Kaligrafi" Desa Undaan Lor Kudus Jateng, yakni Aziz Fiqri santri asal Sumsel dan Hasan Basri juga santri asal Palembang Sumsel.
Mereka sudah berani unjuk gigi "nangkring" menghias dekorasi motif tezhip kubah di masjid al Ihsan Nunukan Kalimantan Utara bersama Salah satu Santri senior PSKQ Modern yang menjuarai Kaligrafi tingkat Internasional yakni Ustaz Nukman.
Meskipun baru 40 % hasil pengerjaannya, tapi sudah terlihat detail dan bentuknya yang indah.
Santri -santri PSKQ Modern tidak hanya diajarkan bagaimana teknik
kaligrafi lomba MTQ dan lomba kaligrafi internasional sampai kepada
tahapan sebagai juara seperti prestasi juara kaligrafi tingkat
internasional yang diraih Ustaz Nukman Santri PSKQ Modern angkatan
2009/2010.
Tetapi Santri -santri PSKQ juga bisa belajar langsung kaligrafi dengan media apa saja dan dimana saja seperti mengolah kaligrafi kubah masjid, kaligrafi mihrab masjid, kaligrafi logam, kaligrafi kayu ukir, kaligrafi GRC, kaligrafi palafon, kaligrafi kanvas dan masih banyak lagi.
Para Santri bisa ikut praktek langsung di lapangan ( PPL) setelah melewati masa belajar 1 th di kawah candradimuka PSKQ Modern. Keuntungan yang pasti didapat oleh santri adalah mereka mendapatkan pengalaman baru dan teknik -teknik yang mudah, praktis dan inovatif dengan langsung dibimbing oleh salah satu leader atau Ustaz senior PSKQ yang mahir yang sudah ditunjuk oleh Pengasuh PSKQ Modern.
Nah seperti yang tampak dalam Gambar, Ustaz Nukman memberikan point -point ilmu khusus dengan teknik -teknik membuat motif dan menulis kaligrafi di dalam kubah Masjid diameter 7 meter mulai dari membuat pola sampai tahap akhir finishing touch.
Santri -santri yang masih barupun atau boleh dikatakan masih pemula bisa langsung praktek meskipun mereka masih awwam. Toh hasilnya tidak kalah dengan seniman dekorasi masjid papan atas di Indonesia. Inilah pentingnya belajar kaligrafi tidak hanya mengandalkan teorinya tapi juga bisa langsung diterapkan. Istilah saya adalah "Kaligrafi terapan".
Al hamdulillah Terbukti.........
Marilah terus menebar virus -virus kaligrafi yang meneduhkan jiwa dimanapun berada.
Bagi temen -temen yang ingin tahu teknik mudah membuat kaligrafi masjid dalam berbagai teknik, media dan lainnya bisa ko pesan buku panduan dan teknik kaligrafi dekorasi masjid, By: Muhammad Assiry Jasiri karya buku 2015.
Tetapi Santri -santri PSKQ juga bisa belajar langsung kaligrafi dengan media apa saja dan dimana saja seperti mengolah kaligrafi kubah masjid, kaligrafi mihrab masjid, kaligrafi logam, kaligrafi kayu ukir, kaligrafi GRC, kaligrafi palafon, kaligrafi kanvas dan masih banyak lagi.
Para Santri bisa ikut praktek langsung di lapangan ( PPL) setelah melewati masa belajar 1 th di kawah candradimuka PSKQ Modern. Keuntungan yang pasti didapat oleh santri adalah mereka mendapatkan pengalaman baru dan teknik -teknik yang mudah, praktis dan inovatif dengan langsung dibimbing oleh salah satu leader atau Ustaz senior PSKQ yang mahir yang sudah ditunjuk oleh Pengasuh PSKQ Modern.
Nah seperti yang tampak dalam Gambar, Ustaz Nukman memberikan point -point ilmu khusus dengan teknik -teknik membuat motif dan menulis kaligrafi di dalam kubah Masjid diameter 7 meter mulai dari membuat pola sampai tahap akhir finishing touch.
Santri -santri yang masih barupun atau boleh dikatakan masih pemula bisa langsung praktek meskipun mereka masih awwam. Toh hasilnya tidak kalah dengan seniman dekorasi masjid papan atas di Indonesia. Inilah pentingnya belajar kaligrafi tidak hanya mengandalkan teorinya tapi juga bisa langsung diterapkan. Istilah saya adalah "Kaligrafi terapan".
Al hamdulillah Terbukti.........
Marilah terus menebar virus -virus kaligrafi yang meneduhkan jiwa dimanapun berada.
Bagi temen -temen yang ingin tahu teknik mudah membuat kaligrafi masjid dalam berbagai teknik, media dan lainnya bisa ko pesan buku panduan dan teknik kaligrafi dekorasi masjid, By: Muhammad Assiry Jasiri karya buku 2015.
No comments: